Beda Swab dan PCR? Manakah Yang Lebih Akurat?

Hingga saat ini jumlah orang yang terinfeksi virus corona di Indonesia semakin menunjukkan peningkatan yang cukup tinggi. Karena khawatir, banyak sekali orang yang melakukan serangkaian tes mandiri untuk bisa terhindar dari ancaman virus yang berbahaya ini. Di Indonesia, test untuk mengetahui apakah seseorang terpapar virus corona atau tidak ada beberapa jenis seperti swab dan PCR. Lalu apa beda swab dan PCR tersebut?

Test swab dan Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan tes yang paling umum dilakukan untuk mendeteksi infeksi virus corona. Namun, kedua jenis test ini memiliki perbedaan masing-masing. Selain itu, tingkat akurasi dari dua jenis tes ini juga berbeda. Penasaran? Simak penjelasan lebih lengkapnya dibawah ini.

Berikut Adalah Beda Swab dan PCR

Test swab merupakan pemeriksaan imun yang bertujuan untuk mendeteksi keberadaan antigen virus tertentu yang menunjukkan adanya infeksi pada tubuh seseorang. Test swab biasanya dilakukan untuk mendiagnosis patogen pernapasan seperti pada virus influenza dan respiratory syncytial virus (RSV). Sedangkan Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan pemeriksaan yang bertujuan untuk mendeteksi virus yang memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan tes lainnya.

Pemeriksaan tes PCR dilakukan dengan cara mengambil sampel dari saluran pernapasan seperti hidung atau tenggorokan  dengan teknik swab nasofaring untuk bisa mendeteksi adanya infeksi atau tidak. Meskipun kedua jenis tes ini dilakukan dengan cara yang sama, yaitu dengan mengambil sampel dari saluran pernapasan, namun ada beberapa perbedaan sebagai berikut.

  1. Waktu Pemeriksaan

Test swab bisa dilakukan dengan cepat yaitu antara 30-60 menit, jadi anda bisa menunggu untuk mengetahui hasilnya. Sedangkan test PCR membutuhkan waktu sekitar 1-7 hari tergantung pada banyaknya sampel yang harus diperiksa. Paling cepat, hasil test PCR bisa diketahui dalam 1 hari, namun karena ketersediaan alat PCR yang masih terbatas, biasanya hasil tes akan membutuhkan waktu selama berhari-hari.

  • Tingkat Akurasi

Perbedaan antara tes swab dan PCR yang paling menonjol adalah tingkat akurasi. PCR merupakan pemeriksaan yang digunakan untuk mendeteksi adanya virus corona yang paling akurat dengan presentasi mencapai 80-90%. Oleh sebab itu, WHO menyarankan PCR sebagai langkah akhir untuk mendiagnosa virus corona.

  • Biaya Pemeriksaan

Karena memiliki tingkat akurasi yang berbeda, kedua jenis tes ini memiliki biaya yang berbeda pula. Biaya untuk melaksanakan tes PCR lebih mahal jika dibandingkan dengan test swab atau tes lainnya. Sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia nomor HK.02.02/I/3713/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) adalah maksimal Rp 900.000 untuk sekali test.

Dengan perbedaan yang sudah dijelaskan diatas, dapat ditarik kesimpulan jika PCR masih menjadi tes untuk mendeteksi virus corona yang paling akurat dibandingkan dengan tes lainnya. Namun, pemeriksaan virus corona belum tentu efektif untuk mengidentifikasi seseorang yang baru saja terinfeksi virus. Hal ini dikarenakan virus membutuhkan beberapa hari untuk mulai berkembang biak di saluran pernapasan seperti hidung dan tenggorokan.

Baca juga : 5 Health Kit New Normal untuk Cegah Terjangkit COVID-19

Jadi setelah paham tentang beda swab dan PCR, test mana yang lebih baik dilakukan untuk mendeteksi virus corona? Jawabannya adalah tergantung pada kondisi yang dialami. Jika anda gejala yang ditimbulkan masih tergolong ringan, anda bisa melakukan test swab. Jika hasil menunjukkan negatif maka anda bisa menghemat biaya. Namun jika hasil yang ditunjukkan positif, anda perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan test PCR karena hasil dari tes swab belum tentu disebabkan oleh virus corona, bisa jadi virus lainnya.

Sharing is Caring!

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.