7 Dampak Resesi Ekonomi, Berisiko Tinggi Tingkatkan Angka Pengangguran

dampak resesi ekonomi

Pandemi yang tak kunjung usai memberi dampak yang sangat besar bagi setiap aspek kehidupan, khususnya perekonomian. Akibatnya, negara pun kini berada di ambang resesi. Tak hanya di Indonesia saja memang, karena bahkan ada beberapa negara maju dunia yang sudah mengalami resesi. Lalu bagaimana sebenarnya dampak resesi ekonomi ini? Simak ulasannya di bawah ini. 

  • Angka Pengangguran Meningkat Tajam 

Sejak dimulainya pandemi ini, Anda pasti sudah sangat akrab dengan berita dilakukannya pemutusan hubungan kerja atau pun tutupnya perusahaan satu demi satu. PHK atau pun penutupan perusahaan, tentu saja akan membuat angka pengangguran jadi meningkat tajam. Akibatnya, masyarakat pun akan kesulitan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya karena tak adanya pemasukan. 

  •   Angka Kemiskinan yang Berisiko Mengalami Peningkatan 

Masih berkaitan erat dengan meningkatnya angka pengangguran, resesi ekonomi yang terjadi juga berisiko memicu kenaikan angka kemiskinan. Bagaimana tidak, hilangnya pekerjaan membuat seseorang tak mampu lagi membiayai hidupnya maupun keluarganya. Lambat laun karena tak adanya peluang kerja baru, orang yang kehilangan pekerjaan bisa jatuh ke jurang kemiskinan.  

  • Menurunnya Daya Beli dan Daya Konsumsi Masyarakat 

Jika resesi ekonomi terjadi, maka dipastikan daya beli masyarakat akan berkurang drastis. Bagaimana tidak, tak adanya pendapatan atau pendapatan yang hanya diperoleh setengahnya saja, membuat daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat pun jadi menurun. Dikarenakan penurunan daya beli ini juga, keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan produksi jadi ikutan menurun. 

  • Nilai Investasi yang Mengalami Penurunan 

Tahukah Anda kalau resesi ekonomi bisa membuat nilai investasi jadi anjlok? Pasar keuangan akan sangat terpengaruh jika resesi ekonomi benar-benar terjadi. Nilai portofolio atau pun saham dipastikan akan langsung terjun bebas jika suatu negara mengalami resesi ekonomi. Ini berarti, tak ada celah yang tak terpengaruhi oleh resesi ekonomi jika benar itu terjadi. 

  • Kurs Dolar Jadi Tak Stabil dan Nilai Rupiah Melemah

Terjadinya resesi ekonomi juga merupakan pukulan telak bagi nilai rupiah. Nilai rupiah dipastikan akan begitu melemah, ditambah dengan kurs dolar yang tak kunjung stabil. Jika nilai rupiah sudah tak aman dan terus menerus melemah, maka akan berpengaruh besar pada sektor impor dan juga ekspor negara ini. Permintaan ekspor yang dulunya tinggi, bisa jadi akan menurun secara drastis. 

  • Memicu Makin Banyaknya Utang Pemerintah 

Dampak resesi ekonomi yang juga tak bisa diabaikan adalah makin bertambah banyaknya utang pemerintah. Hal ini disebabkan karena berkurangnya dana untuk pembangunan negara, yang semula bisa diperoleh dari pajak perusahaan, pekerja, dan lainnya. Dikarenakan tak seimbangnya pemasukan dan pengeluaran inilah, pemerintah mengalami defisit dan harus meminjam dana. 

  • Perang Harga antar Perusahaan 

Jika resesi ekonomi benar-benar terjadi, maka Anda akan melihat langsung bagaimana terjadinya perang harga antar perusahaan yang memproduksi produk sejenis. Perang harga ini bisa dilihat dari penurunan harga produk, bahkan bisa jadi jauh di bawah harga semula. Alasan dilakukannya ini adalah agar tetap bisa bertahan saat terjadinya resesi, walaupun profit yang diperoleh harus berkurang. 

Baca juga : 8 Tugas dan Tanggung Jawab Admin Purchasing dalam Perusahaan

Pandemi yang terjadi memberi pukulan yang telak bagi sektor ekonomi setiap negara di dunia, termasuk Indonesia. Diperlukan langkah khusus agar Indonesia yang sekarang berada di ambang resesi, tak terjun bebas ke dalam lubang resesi ekonomi tersebut. Jangan sampai dampak resesi ekonomi yang terjadi di tahun 1998 silam, kembali terulang lagi di masa pandemi sekarang ini. 

Sharing is Caring!

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.