Tren e-Procurement Tahun 2018 yang Akan Bertahan d 2019

tren e-procurement 2018

Pergerakan tren bisnis ke arah era digital ikut memengaruhi tren pengadaan alias procurement. Tren e-procurement 2018 melanjutkan fokus bisnis tahun 2016 dan 2017, yang memberi penekanan pada aspek big data. Akan tetapi, perkembangan dunia bisnis yang pesat menciptakan variasi lebih rumit pada aspek usaha ini, terutama jika berkaitan dengan penggunaan teknologi digital serta pengelolaan bisnis modern.

Berikut tren manajemen pengadaan yang populer di tahun 2018 (dan kemungkinan akan berlanjut pada tahun berikutnya).

  1. Teknologi cloud dan IoT

Teknologi cloud dan IoT e procurement 2018
sumber: digitalistmag.com

Penggunaan teknologi internet serta cloud yang semakin meluas menuntut perusahaan untuk mengadopsi keduanya sebagai bagian dari rutinitas operasional. Internet of Things (IoT) dan cloud berfungsi mengurangi keterbatasan fisik serta memotong birokrasi, menciptakan sistem operasi bisnis yang lebih fleksibel dan bisa berfokus langsung pada layanan pelanggan.

Baca juga : Pertama di Indonesia, Kemudahan dalam E-Procurement Berbentuk E-Commerce

Peralatan pendukung penerapan teknologi cloud dan IoT kini tidak lagi menjadi dominasi perusahaan besar. Perusahaan kecil dan menengah serta startup dapat meningkatkan daya saing dengan meluaskan pengadaan rutin dalam ranah ini.

  1. Blockchain

e procurement 2018 Blockchain
sumber: medium.com

Teknologi blockchain masa kini mendukung kelancaran dalam hal akses data dan informasi serta kecepatan layanan, terutama terkait transaksi belanja serta pengelolaan sistem distribusi. Teknologi ini sekarang banyak diterapkan oleh platform belanja daring dan jasa keuangan. Penggunaan blockchain akan terus berkembang seiring perkembangan teknologi digital, sehingga tren pengadaan untuk bidang ini akan terus ada.

  1. Keamanan siber

Keamanan siber (cybersecurity) semakin menjadi perhatian setelah adanya rangkaian serangan siber berskala besar pada tahun 2017. Tingkat adopsi teknologi digital yang semakin besar menuntut perusahaan untuk semakin waspada terhadap serangan siber yang dapat mengganggu kinerja. Teknologi keamanan masa kini harus melindungi pelaku usaha dari serangan sekelas Petya, WannaCry, atau Cloudbleed, bahkan lebih.

Pengadaan teknologi keamanan siber juga harus didukung dengan manajemen risiko serta sistem mitigasi. Perusahaan harus memiliki perlengkapan yang dapat mengamankan sistem serta mengembalikan rutinitas layanan secara cepat ketika serangan terjadi.

  1. Sistem pengadaan berbasis kognitif

Tren pengadaan masa kini bukan hanya soal kalkulasi, pembelian, dan distribusi perlengkapan otomatis, tetapi juga pengelolaan berdasarkan kebutuhan. Perusahaan masa kini harus lebih efisien dalam hal mengelola sumber daya, terutama dengan hadirnya kemajuan teknologi digital yang meningkatkan persaingan.

Perusahaan dapat menggunakan tren pengadaan ini untuk melakukan otomatisasi pada sistem manajemen vendor, analisis pembelanjaan, serta ulasan kontrak. Hal ini juga didukung oleh adanya jasa pendukung pengadaan bersistem satu atap, seperti Mbiz.co.id.

  1. Teknologi “hijau” dan tanggung jawab korporat

Tanggung jawab korporat (CSR) serta tren teknologi hijau menuntut perusahaan untuk menerapkan manajemen usaha berkesinambungan dan ramah lingkungan. Hal ini menuntut pengadaan berbagai teknologi dan perlengkapan untuk mendukung sistem ramah lingkungan serta bertanggung jawab.

Pengadaan barang, perlengkapan, dan sistem yang bertanggung jawab serta ramah lingkungan juga mampu mendongkrak bisnis. Hal ini karena kesadaran masyarakat akan tanggung jawab lingkungan dan sosial semakin tinggi, sehingga mereka menuntut hal yang sama dari pemilik bisnis.

  1. Inovasi

Perusahaan masa kini semakin banyak menerapkan aspek inovasi, terutama yang terkait industri kreatif, aplikasi digital, serta jasa. Perusahaan harus lebih perhitungan pada risiko, tetapi juga pandai melihat serta mengambil kesempatan. Tren pengadaan masa kini banyak yang berpusat pada penyediaan barang dan teknologi untuk mendukung kemudahan dalam inovasi serta kreativitas.

  1. Penekanan pada kesederhanaan birokrasi

Tren bisnis masa kini memotong aspek-aspek birokrasi serta menyingkat berbagai proses, termasuk sistem pengadaan itu sendiri. Penggunaan teknologi digital, IoT, serta otomatisasi membuat perusahaan mampu memotong kebutuhan akan sistem manual maupun tenaga kerja berlebih. Hal ini mengurangi kebutuhan akan birokrasi dan membantu perusahaan untuk berfokus pada layanan atau kinerja.

Sistem pengadaan masa kini juga mengandalkan teknologi digital untuk memotong birokrasi, seperti yang ditawarkan oleh Mbiz.co.id. Perusahaan penyedia layanan e-procurement satu atap ini menyingkat strategi pengadaan sehingga Anda bisa melakukan semuanya dengan cepat, mulai dari pemilihan vendor hingga pemesanan. Tren e-procurement 2018 ini jelas akan bertahan bahkan hingga tahun 2019.

Sharing is Caring!

One Reply to “Tren e-Procurement Tahun 2018 yang Akan Bertahan d 2019”

  1. Saya sudah membaca artikelnya namun waktu saya like yang keluar angka 1 (jadi ingat lagu caca andika, angka 1 😁 namun waktu saya klik segarkan keluar %…%…% jadi tambah bingung? Maklum mas saya termasuk generasi gaptek yang mencoba mengikuti perkembangan teknologi, tapi selalu ketinggalan jauh? berdasarkan feling benar sekali, selamat tahun baru 2019 sukses selalu, salam kenal salam kontak perdana.tks

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.