Tips Memimpin Perusahaan Era Milenial ala Bos Mbiz.co.id

Ryn Hermawan - Co Founder of Mbiz.co.id

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta – Bekerja di berbagai perusahaan besar yang bergerak di bidang logistik sejak 2000, ternyata mampu membawa Ryn Hermawan menjadi seorang pemimpin di perusahaan yang ia dirikan sejak 2015. Mbiz, merupakan platform e-commerce business to business (B2B) yang didirkan Ryn untuk memberikan solusi kepada perusahaan-perusahaan dalam hal pengadaan barang dan jasa.

Untuk menjadi seorang leader yang memimpin perusahaan sendiri, Ryn mengaku tidaklah mudah. Pasalnya ketika memimpin perusahaannya, ia tidak bisa hanya memikirkan tentang bagaimana performanya, tetapi juga performa dari karyawannya.

“Apakah mereka happy bekerja di Mbiz atau tidak,” kata Ryn kepada Warta Ekonomi beberapa waktu lalu di kantornya.

Namun, Ryn mengaku memiliki tips tersendiri untuk menjadi pemimpin perusahaan. Berikut adalah tips memimpin perusahaan menurut Ryn.

  1. Jangan Memikirkan Diri Sendiri

Menurut Ryn, menjadi pemimpin tidak boleh hanya memikirkan persoalan atau keuntungan pribadi. Kenyamanan dan kebutuhan karyawan harus menjadi sesuatu yang selalu dipikirkan. Hal ini penting karena dampaknya pada kesuksesan perusahaan. Maka, usahakan agar karyawan nyaman dan betah ketika bekerja di kantor. Namun, Ryn juga tetap menghargai setiap orang yang memiliki pilihannya masing-masing. Begitu pun karyawannya.

  1. Beri Kesempatan Berekpresi

Menjadi leader di era milenial, menurut Ryn, merupakan tantangan tersendiri. Karakter milenial yang selalu memberikan ide-ide liar namun mudah bosan membuat Ryn ingin menciptakan sesuatu yang berbeda di perusahaannya. Karyawannya diberikan ruang untuk mengaktualkan hobinya, seperti klub fotografi untuk yang memyukai fotografi, beauty class untuk karyawati menunjang penampilannya, dan berbagai klub lain. Fasilitas itu, menurut Ryn, sebagai pengganti waktu bersama keluarga yang sudah banyak tersita untuk pekerjaan.

Sharing is Caring!

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.